"Pada waktunya ada masa di mana kita telah lelah berjalan, dan seketika memimpikan untuk terbang. Pada garisnya ada titik di mana kita merasa telah terlampau jauh pergi, dan lantas hanya menginginkan satu hal: pulang."

Simpanan
TERKINI


Sindikat
satusisi amaya
anwar jimpe
nanang suryadi
hasan aspahani
titik nol ts pinang
bunga rumput liar
qizink la aziva
empat unsur
agustinus wahyono
tentang puisi
cybersastra
Name
URL or Email
Message (smilies)
dekap.com
pintu maya
sajak-sajak SN Mayasari H
Wednesday, April 16, 2003  

AKU BERHENTI MENULIS SAJAK UNTUKMU

dan aku berhenti menulis sajak untukmu. setelah
petir menyambar lirihnya setiaku. hujan petang
itu. menghanyutkan kata kata. beku pena jari
ilusi. di ujung jalan, sunyi aku diambung jejak
bibirmu yang mengabur. ingatan dekap berangsur
lebur. menggigil anggun di serakan gugur daun
cemara. pada saatnya kau akan pergi. saat ini.
tentu saja

dan aku berhenti menulis sajak tentangmu. telah habis
segala serpih angan bersama pulangnya matahari. memupuskan
mimpi. malam begitu pekat. tak kulihat jelas pergimu. tanpa
titikan air mata. tentu saja

dan aku berhenti menulis sajak untukmu. sejak kau
tinggalkan taman, dengan sekuntum mawar di genggaman.

Yogyakarta, Maret 2003


8:06 PM S.N. Mayasari H. [+]


Tuesday, April 01, 2003  

:buat ENH

malam ini kau mengundangku datang ke hatimu. kau utus sepimu
menjemputku berjalan di bawah hujan yang menderas. kata katamu
mematah hanyut di genangan air mengisi ruang jejak ingatanku
pada salammu pagi ini. serta mesra kecupan yang biasa kau beri
sebagai jawaban rinduku. kita masih tertawa. masih merapatkan
jarak kota di hembusan desir halus angin mimpi cinta. tapi kini
persuaan terasa lain di dada. barangkali karena genggaman tangan
kita kian merenggang dan gemetar. atau waktu telah mati terbunuh
hening langkah kita yang tak lagi tegar.

aku masuki hatimu dengan setumpuk rindu yang meragu. di dalamnya
kutemu masjid yang kau bangun sendiri. menyediakan ruang yang
dulu kau tujukan untukku. begitu syahdu. beratap cintamu. tapi kini
istanamu tak sunyi lagi. kulihat kau telah tak sendiri duduk bersila
menggelitiki butir butir tasbih di jari. ada seorang bersandar padamu
di bahu kiri. tangannya membawa cinta perempuan suci. tubuhku
mulai kencang berguncang: gamang. mengubur janji terakhirmu di
jalan pulang.

Yogyakarta, 1 April 2003


9:23 PM S.N. Mayasari H. [+]


 

:buat ENH

seutas layangan terbang merendah di udara sampai akhirnya tersangkut di sela sela
ranting pohon akasia. seorang gadis mengambil dan membawanya pulang. langkahnya
begitu hati hati. seperti tak ingin membuat luka pada badan layangan. bahkan oleh
desah nafas miliknya sendiri. kau pasti telah demikian letih mengembara, katanya.
seraya menidurkanmu di atas dua pahanya yang sintal.

dari luar jendela kamarnya sempat kuintip gurat senyummu yang nakal. ada sebersit
cemburu membakar dadaku kala itu. dan sekian air mata. tapi dulu aku yang melepasmu
dari genggaman. mestikah ada pilu?

--untuk pernikahanmu--
Yogyakarta, 1 April 2003


9:02 PM S.N. Mayasari H. [+]


 

TAK DIKENALKAN PAMRIH

tak dikenalkan pamrih pada rasaku bagimu. untuk segala
mesra kata. daun daun kasih yang kususun lekatkan di
sekujur tubuhmu. merekat oleh air mata. nada nada cemas
nadiku yang mendendangkan sebait kidung rindu.

tak dikenalkan pamrih pada rasaku bagimu. menjemput
lahirmu dari samar tabir mimpi. sebagai matahari. pengisi
celah sepi di bilik hati. memecah sunyi. membuncah tangis
pertamamu di antara letihku. di antara barisan dongeng
tak sabar menidurkanmu. dan setumpuk puisi. di sini tak
ada hutang budi.

Yogyakarta, Maret 2003




8:54 PM S.N. Mayasari H. [+]


This page is powered by Blogger.
2003 © S.N. Mayasari H.
Tidak dianjurkan mencuri tulisan-tulisan di situs ini. Ada cara yang lebih terhormat untuk menunjukkan apresiasi Anda: hubungi mayalaw13@yahoo.com